PEMANFAATAN
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
PENDAHULUAN
Oleh : William Harferi
A.
Latar Belakang
Dalam pembelajaran yang
dilaksanakan di kelas guru menggunakan berbagai metode dan strategi guna
mencapai tujuan pembelajaran yang di harapkan. Selain itu guru juga menggunakan
berbagai alat bantu sebagai penunjang dalam mengajar seperti buku paket, media
pembelajaran serta lembar kerja siswa (LKS). Lembar Kerja Siswa (LKS) biasanya
digunakan untuk tiap mata pelajaran sebagai alat bantu bagi guru dalam
menyediakan materi ringkas beserta soal-soal yang dapat dikerjakan siswa.
Dalam pemanfaatannya
Lembar Kerja Siswa (LKS) biasanya di berikan kepada tiap siswa yang mana nantinya
guru akan menugaskan siswa untuk mengerjakan berbagai soal yang terdapat di
dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) tersebut. Penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS)
oleh guru sangat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran karena pada
Lembar kerja Siswa (LKS) ini terdapat soal-soal yang dapat langsung dikerjakan.
Ketika guru telah selesai memberikan materi pelajaran kepada siswa, maka siswa
dapat memantapkan materi tersebut dengan mengerjakan soal-soal latihan yang
terdapat pada Lembar Kerja Siswa (LKS). Namun dalam pemanfaatannya Lembar Kerja
Siswa ini kurang efektif karena sering tidak sesuai dengan kurikulum dan materi
yang diajarkan ke pada peserta didik, tetapi peserta didik dituntut harus tetap
mengerjakan tanpa ada evaluasi soal-soal dari guru mata pelajaran yang
bersangkutan.
B.
Permasalahan
Permasalahan yang
diangkat dalam makalah ini adalah tentang pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS)
dalam pembelajaran dimana terdapat dampak positif dan negatif. Dampak positif
yang ada dengan adanya Lembar Kerja Siswa ini adalah akan dapat memperkaya
siswa dengan soal-soal yang ada pada Lembar Kerja Siswa, akan mempermudah guru
dalam menyediakan soal-soal latihan bagi siswa serta akan meningkatkan
pemahaman siswa dalam menerima pelajaran karena setelah diajarkan materi siswa
langsung mengerjakan soal yang berhubungan dengan materi yang baru di
pelajarinya.
Dampak negatif dari
penggunaan Lembar Kerja Siswa ini antara lain, soal-soal yang ada pada Lembar
Kerja Siswa sering kali tidak sesuai dengan kurikulum yang ada sehingga membuat
siswa bingung dengan soal-soal yang ada dan tidak ada kecocokan antara materi yang
diajarkan dengan soal-soal yang ada. Kemudian guru akan malas membuat dan
menyediakan soal-soal untuk siswa karena sering kali hanya mengandalkan Lembar
Kerja Siswa (LKS) saja. Dalam Lembar Kerja Siswa (LKS)
berisi soal-soal yang harus dikerjakan siswa, hal itu justru membatasi
kreativitas guru karena mereka tidak bisa mengembangkan materi secara luas dan
hanya berpatokan pada Lembar Kerja Siswa.
Sebagian
besar waktu belajar siswa sekolah dasar dan menengah dipergunakan untuk
mengerjakan Lembar Kerja Siswa ( LKS ). Namun, keberadaan Lembar Kerja Siswa (LKS) cetak
atau biasa disebut pula dengan istilah Buku Kerja Siswa hingga saat ini masih
sangat minimalis dan belum efektif sebagai sarana pembelajaran. Baik dari segi
tampilan,
maupun isi. Akibatnya, siswa mengerjakan LKS cetak dengan perasaan yang
terpaksa, kurang bersemangat, dan asal-asalan.
C.
Tujuan
Tujuan
penulisan makalah “ Pemanfaatan Lembar Kerja Siswa dalam Proses Belajar
Mengajar “ adalah :
a.
Untuk
mengetahui apa pengertian dari Lembar Kerja Siswa (LKS)
b.
Untuk
mengetahui pemanfaatan Lembar Kerja Siswa dalam Pembelajaran
c.
Untuk
melihat dampak positif, negatif serta permasalahan yang ada dalam pemanfaatan
Lembar Kerja Siswa (LKS)
d.
Untuk
melihat pemecahan terhadap permasalahan terkait dengan Pemanfaatan Lembar Kerja
Siswa (LKS)
D.
Kegunaan dan Manfaat
Kegunaan dan manfaat penulisan
makalah ini adalah :
a.
Agar
penulis dan pembaca dapat mengetahui tentang pemanfaatan LKS dalam
Pembelajaran.
b.
Untuk
menambah pengetahuan dalam bidang Pemanfaatan LKS dalam pembelajaran khusus nya
bagi guru yang menggunakan LKS dalam mengajar.
c.
Agar
dapat mengetahui dampak positif dan negatif penggunaan LKS dalam pembelajaran
dan mengetahui cara mengatasi dampak negatif yang di timbulkan.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
1. Pengertian
Lembar Kerja Siswa
Bentuk bahan ajar sederhana yang
kemungkinan terbuka untuk dilaksanakan oleh semua guru yaitu Lembar Kegiatan
Siswa. Lembar Kegiatan Siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran
berisi petunjuk, intrupsi, tugas/kegiatan yang harus dikerjakan oleh siswa dan
ini termasuk kepada jenis bahan ajar.
Lembar
kegiatan siswa akan memuat paling tidak; judul, KD yang akan dicapai, waktu
penyelesaian, peralatan/bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas,
informasi singkat, langkah kerja, tugas yang harus dilakukan, dan laporan yang
harus dikerjakan.Lembar
kegiatan dapat digunakan untuk mata pembelajaran apa saja.Tugas-tugas
sebuah lembar kegiatan tidak akan dapat dikerjakan oleh peserta didik secara
baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkait
dengan materi tugasnya.
Tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik dapat
berupa teoritis dan atau tugas-tugas praktis. Tugas teoritis misalnya tugas
membaca sebuah artikel tertentu, kemudian membuat resume untuk dipresentasikan.
Sedangkan tugas praktis dapat berupa kerja laboratorium atau kerja lapangan,
misalnya survey tentang harga cabe dalam kurun waktu tertentu di suatu tempat.
Lembar Kerja Siswa (LKS) Merupakan salah satu jenis alat bantu
pembelajaran, bahkan ada yang menggolongkan dalam jenis alat peraga
pembelajaran. Dalam pengertian lainnya Lembar kerja siswa (LKS) ialah lembar kerja yang
berisi informasi dan perintah/instruksi dari guru kepada siswa untuk
mengerjakan suatu kegiatan belajar dalam bentuk kerja, praktek, atau dalam
bentuk penerapan hasil belajar untuk mencapai suatu tujuan.
Secara umum
LKS merupakan perangkat pembelajaran sebagai pelengkap atau sarana pendukung
pelaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Lembar kerja siswa berupa
lembaran kertas yang berupa informasi maupun soal-soal (pertanyaan-pertanyaan)
yang harus dijawab oleh peserta didik. LKS ini sangat baik digunakan untuk
menggalakkan keterlibatan peserta didik dalam belajar baik dipergunakan dalam
penerapan metode terbimbing maupun untuk memberikan latihan pengembangan.
2. Pengertian
proses belajar mengajar
Menurut Sardiman dalam bukunya
“interaksi dan motivasi belajar mengajar” belajar merupakan perubahan tingkah
laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca,
mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya (Sardiman : 20).
Mengajar
dapat diartikan sebagai transfer ilmu pengetahuan, seperti seorang guru
mengajarkan matematika pada siswanya. Mendidik merupakan pemeliharan serta
pembentukan akhlak anak didik kepada yang lebih baik. Jadi antara mengajar dan
mendidik tidak dapat dipisahkan satu dan yang lainnya.
Dari uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa proses belajar mengajar merupakan sistem atau serangkaian
kegiatan yang terstruktur dalam rangka menstransfer atau memberikan ilmu
pengetahuan kepada anak didik serta pembentukan akhlak mulia sebagai tujuan
dari pendidikan nasional.
B.
Analisis
1. Pemanfaatan
Lembar Kerja Siswa dalam Proses Belajar mengajar.
Dalam proses belajar mengajar,
guru membutuhkan alat sebagai pendukung atau penunjang dalam menyampaikan
materi serta untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Alat yang digunakan dapat
berupa media dan bahan ajar. Salah satu contoh bahan ajar yang digunakan dalam
menunjang pembelajaran adalah Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS sangat banyak
digunakan oleh guru. Hampir tiap mata pelajaran menggunakan LKS dalam proses
belajar mengajar. Tujuan penggunaan LKS dalam proses belajar mengajar adalah sebagai
berikut.
·
Memberi
pengetahuan, sikap dan keterampilan yang perlu dimiliki oleh peserta didik.
·
Mengecek
tingkat pemahaman peserta didik
terhadap materi yang telah disajikan.
·
Mengembangkan dan menerapkan materi pelajaran yang sulit disampaikan secara lisan
2.
Beberapa pandangan terhadap LKS
Pandangan pertama tentang
LKS, Saat ini di sekolah-sekolah banyak ditemui penggunaan buku jenis LKS
(Lembar Kerja Siswa) yang sebenarnya merupakan buku rangkuman materi pelajaran
yang disertai dengan kumpulan soal, terutama soal-soal pilihan ganda. LKS yang
semestinya dikerjakan di sekolah dalam kegiatan pembelajaran, seringkali juga
harus dikerjakan di rumah sebagai PR. Dalam LKS jenis ini, materi pelajaran
biasanya tidak disampaikan dalam bentuk uraian/bacaan, melainkan sudah dalam
bentuk rangkuman atau poin-poin penting saja. Akibatnya, ketika menggunakan LKS
ini, siswa-siswa cenderung langsung mengerjakan soal-soal, yang pada umumnya
berupa soal-soal pilihan ganda. Jika siswa tidak dapat mengerjakan sebuah soal,
maka siswa akan mencari jawabannya dalam rangkuman materi pelajaran di LKS
tersebut. Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, bukan tidak mungkin bahwa
kemampuan siswa untuk memahami bacaan, berpikir kritis, dan berpikir kreatif
tidak akan berkembang. Masalah ini terjadi pada anak-anak di SD - bukan di
jenjang pendidikan tinggi seperti SMA dan Perguruan Tinggi - yang semestinya
banyak dilatih untuk memiliki kemampuan membaca yang baik, berpikir kritis, dan
berpikir kreatif. Lembar kerja siswa (LKS) dapat dianggap sebagai suatu media
atau alat pembelajaran, karena dipergunakan guru sebagai perantara dalam
melaksanakan kegiatan pengajaran untuk mencapai tujuan instruksional khusus
atau tujuan pembelajaran khusus.
Pandangan kedua tentang
LKS. LKS dikatakan sebagai sarana belajar, karena dengan LKS siswa dapat
melaksanakan kegiatan belajar untuk mencapai suatu TIK. Selain itu LKS juga
mendorong siswa untuk mengolah sendiri bahan yang dipelajari atau bersama
dengan temannya dalam suatu bentuk diskusi kelompok. Suatu kegiatan belajar
yang menggunakan LKS memberikan kesempatan penuh kepada siswa untuk
mengungkapkan kemampuan dan keterampilan, didorong dan dibimbing berbuat
sendiri untuk mengembangkan proses berpikirnya.
LKS yang di berikan guru
biasanya ada yang dikerjakan di rumah maupun di sekolah. Penggunaan LKS yang
tidak dibimbing oleh guru akan membuat siswa bingung dan asal-asalan dalam
mengerjakannya. LKS juga dapat menghambat kreativitas guru karena hanya berpatokan
pada LKS tanpa membuat soal latihan dari buku atau referensi lain. Pengerjaan
LKS tanpa bimbingan guru akan menyesatkan siswa bila LKS tersebut tidak sesuai
dengan kurikulum yang berlaku. Berbagai dampak penggunaan LKS ini harus bisa
disikapi guru dengan metode dan strategi agar tidak salah dan tidak menyesatkan
siswa.
3. Solusi Pemanfaatan LKS dalam
pembelajaran.
Berdasarkan
fakta yang terjadi dalam pemanfaatan LKS dalam pembelajaran ini perlu dilakukan
berbagai cara agar pemanfaatan tidak salah dan tidak menyesatkan serta
kreativitas guru dan siswa dapat berkembang.
a. Buku-buku LKS jenis
tersebut tidak digunakan oleh siswa secara mandiri (misalnya dalam bentuk
penugasan PR), tetapi digunakan dalam proses pembelajaran, di mana guru
mengajak siswa untuk mendiskusikan rangkuman materi yang disajikan dengan anak,
dan memperkaya wawasan siswa dengan pendapat-pendapat siswa. Dalam kaitannya
dengan soal-soal pilihan ganda yang diberikan, sebaiknya dibahas di dalam kelas
secara bersama-sama, dan dikembangkan kebiasaan mengemukakan alasan (reasoning)
kenapa siswa menjawab pilihan jawaban tertentu. Jadi, soal-soal pilihan ganda
dalam LKS tersebut bukan digunakan sebagai bentuk tugas, melainkan sebagai
sarana memahami materi pelajaran. Untuk penugasan, guru harus memberikan model
yang lainnya, misalnya model pemecahan masalah.
b. Buku-buku LKS tersebut
diperbaiki dan dikembalikan lagi kepada peran yang sebenarnya, yaitu sebagai
lembar kerja siswa, yang merupakan pendamping dari buku teks pelajaran. Siswa
tidak berpatokan pada LKS saja, namun dalam pengerjaan LKS siswa harus
menggunakan buku cetak sebagai buku utama.
c. Guru sebagai Fasilitator
harus melihat secara teliti kecocokan antara isi LKS dengan kurikulum yang
sedang dipelajari sebelum menggunakan LKS tersebut.
d. Guru harus lebih
memperkaya soal-soal siswa dengan membuat soal-soal dari berbagai referensi dan
tidak hanya dari LKS.
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam proses belajar mengajar guru membutuhkan Lembar
Kerja Siswa sebagai salah satu alat bantu yang termasuk ke dalam bahan ajar.
Dengan menggunakan LKS siswa dapat mengerjakan soal-soal sesuai dengan materi
yang diajarkan. LKS menghimpun materi dan soal-soal per materi. Ketika guru
selesai memberikan materi, maka siswa bisa melakukan uji pemahaman dengan
mengerjakan soal-soal yang ada pada LKS tersebut.
Namun dalam pelaksanaannya, penggunaan LKS ini
memiliki dampak yang baik dan tidak baik bagi guru dan siswa. Apabila guru
hanya menggunakan LKS saja sebagai penyedia soal-soal latihan, maka kreativitas
guru tidak akan berkembang. begitu juga dengan siswa, siswa akan bosan bila
selalu di beri tugas mengerjakan soal-soal LKS saja, maka mereka akan terpaksa
mengerjakan dan terkesan asal-asalan saja. LKS terkadang tidak sesuai dengan
kurikulum dan materi sehingga membuat siswa bingung dalam mengerjakan
soal-soal.
Oleh karena itu guru juga perlu melihat terlebih
dahulu kesesuaian LKS dengan kurikulum dan materi yang dipelajari pada mata
pelajaran yang ia pegang. Agar kreativitas guru dan siswa tetap berkembang,
guru tidak hanya berpatokan pada LKS saja dalam menyediakan soal-soal. LKS
hanya lah sebagai alat bantu, guru lah sebagai fasilitator utama dalam
menyediakan soal-soal yang akan diberikan agar sesuai dengan materi dan
kurikulum.
Saran
Berdasarkan makalah yang dibuat, penulis menyarankan
ke pada pembaca khususnya para guru agar menjadi kan LKS sebagai alat bantu
dalam mengajar, namun perlu memperhatikan fungsinya tanpa mengesampingkan
kemampuan guru sendiri dalam menyediakan soal-soal bagi siswa sebagai evaluasi
terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA
Slameto.
2003. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta : Rineke
Cipta
Sardiman.
2009. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta : Rajawali Pers
Hamalik,
Oemar. 2009. Proses belajar mengajar. Jakarta : Bumi Aksara

0 komentar:
Posting Komentar