MASAKAN KHAS NAGARI TANJUNG
By: Hendry Patopang
Setelah dalam tulisan terdahulu penulis membahas tentang "Gulai abuang" Berikut ini penulis akan mencoba membahas tentang masakan yang menjadi khas nagari Tanjung lainnya.sekilas tentang nagari Tanjung,sebuah nagari yang di lalui oleh sebuah sungai yg berhulu di Danau singkarak.Biasanya Masyarakat setempat menyebutnya "Batang ombilin"Nagari dengan penduduk mayoritas berprofesi sebagai petani.Tanjung merupakan nagari yg terletak di kecamatan Koto VII kabupaten Sijunjung,Provinsi Sumatera Barat.Masakan yang akan penulis kemukakan pada tulisan kali ini merupakan masakan yang menjadi ciri khas dan mungkin menjadi icon nagari Tanjung.
II. ABUIH GULINGGANG (SAYURAN)
Masakan ini merupakan sayuran yang hanya popoler di Masyarakat nagari Tanjung.Sepengetahuan penulis "abuaih gulinggang hanya di temukan di nagari yang satu ini.Nagari yang indah di hiasi hutan karet dan merupakan penghasilan utama bagi sebagian Masyarakat di sini.Itu pula sebabnya wajah murung kerap kita temui pada masyarakat disini tak kala hujan lebat mengguyur kampung yang dulunya di bagi menjadi Lima desa.Ketika hujan lebat turun dari subuh sampai menjelang siang,sebagian penduduk tidak bisa melakukan aktifitas termasuk memotong karet.penduduk setempat menyebutnya "manakiek gotah".Apalagi harga karet yang terus terpuruk,menyebabkan penduduk disini merasa enggan melakukan pemotongan karet,Mereka mencoba pekerjaan lain.Yang penting halal dan dapur tetap berasap.
Kembali kita kepada pembahasan tentang sayuran "abuih gulinggang"sayuran ini biasanya tumbuh di persawahan yang sudah panen.Dua bulan setelah panen,rumput liar sudah mulai tumbuh termasuk gulinggang yang merupakan tumbuhan liar.Tumbuhan ini yang di ambil bagian pucuk yang masih muda dan segar.
Pada umumnya cara memasak sayuran yang satu ini hanya sekedar di rebus dan di campur parutan kelapa muda.Walau pengolahannya secara sederhana tapi rasa nikmat dari sayuran ini tak perlu di ragukan lagi.Sampai perna penulis mendengar pameo di masyarakat nagari Tanjung."kalau masih lomak abuih gulinggang ndak usah pai marantau"(kalau masih teringat nikmatnya sayuran gulinggang tidak usah pergi merantau)Pameo tersebut tidaklah berlebihan,karena nikmatnya abuih gulinggang tidak akan di temukan di manapun kita merantau.Dan juga sebagai ungkapan betapa nikmatnya sayuran yang satu ini.Bagi yang penasaran silakan kunjungi nagari Tanjung untuk sekedar menikmati lezatnya abuih gulinggang.Entah kalau sekarang tidak dapat di temukan lagi,atau sudah hilang di telan perkembangan kemajuan informasi.Bahkan sayuran impor telah mengalahkan sayuran lokal dan merobah lidah masyarakat nagari Tanjung yang telah melupakan "abuih gulinggang"
Antalah.....???
III. ABUIH SUMANGGI (SAYURAN)
Disamping Abuih gulinggang ada satu lagi jenis sayuran yang bisa kita temui di nagari Tanjung,yaitu Abuih Sumanggi.Sayuran yang satu ini memiliki kemiripan dengan sayuran gulinggang.Sama-sama tumbuh di persawahan,bedanya kalau Gulinggang tumbuh di persawahan kering,pada saat padi selesai di panen,Sayuran sumanggi tumbuh di persawahan basah.Satu bulan atau lebih setelah sawah di tanami padi.Sayuran ini termasuk tumbuhan liar atau gulma yang sering tumbuh di persawahan.
Cara pengolahan sama dengan sayuran gulinggang.Namun disegi rasa ada perbedaan.Karena sayuran Sumanggi ini sedikit lembut dari sayuran gulinggang.Walau rasa berbeda tapi kedua sayuran ini hanya dapat di temukan di nagari Tanjung.
Mudah-mudahan kedua sayuran ini masi di konsumsi dan masih di minati oleh masayarakat nagari Tanjung.Sebenar nya adalagi jenis gulma yang biasa di komsumsi oleh penduduk setempat,yaitu "kalayau" jenis sayuran yang berdaun agak lebar dan juga tumbuh di persawahan tapi sudah sangat jarang di konsumsi masyarakat.
Penulis Hendry Patopang
(Pemerhati sosial masyarakat)
- Blogger Comment
- Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar:
Posting Komentar